Negara-negara yang memeloropi penjelajahan samudra adalah Portugis dan Spanyol. Untuk menghindari persaingan antara Portugis dan Spanyol, pada tanggal 7 juni 1494 lahirlah perjannjian Tordesillas yang berisi Paus membagi daerah kekuasaan di dunia non-Kristiani menjadi dua bagian dengan batas garis demarkasi/khayal yang membentang dari Kutub Utara ke Kutub Selatan. Daerah sebelah garis timur garis khayal adalah jalur/kekuasaan Portugis, sedangkan daerah sebelah barat garis khayal adalah garis Spanyol.

a). Pelayaran Orang-Orang Portugis

Orang-orang Portugis menjadi pelopor berlayar mencari tempat asal Rempah-rempah. Berikut ini penjelaja-penjelajah yang berasal dari Portugis.

1). Bartholomeus Diaz

Bartholomeus Diaz Berankat dari Lisabon (Portugis) pada bulan Agustus 1487. Ketika sampai di ujung selatan Benua Afrika, kapal Diaz terkena badai topan. Selatan badai reda, Diaz kembali ke Portugis. Diaz dan rombongannya hanya sampai ke ujung Selatan Benua Afrika dinamai Tanjung Badai. Akan tetapi, Raja Portugal Joao II mengganti namanya menjadi Tanjung Harapan ( Cape Of Good Hope ) karena untuk menghilangkan kesan menakutkan dan tempat tersebut dianggap memberikan harapan bagi bangsa Portugis untuk menemukan Hindia.

2). Vasco Da Gama

Pada tanggal 8 juli 1947, Raja Portugis manuel I memerintahkan Vasco Da Gama mengikuti jejak Diaz. Ekspedisinya dilakukan melalui laut sepanjang pantai Afrika Barat. Dalam pelayarannya, Vasco Da Gama sempat singgah di pantai Afrika Timur. Ataas petunjuk Mualim Moor, Da Gama melanjutkan ekspedisinya memasuki Samudra Hindia dan Laut Arab. Perjalanan Vasco Da Gama tiba di Calcuta pada tanggal 22 Mei 1498. Di Calcuta, Vasco da Gamaberupaya mendirikan pos perdagangan. Ia membeli rempah-rempah untuk dikirim ke Portugis dan sebagian dijual ke negara0negara Eropa lainnya.

b). Pelayaran Orang-Orang Spanyol

Berikut ini para penjelajah Spanyol yang melakukan pelayaran ke dunia Timur

1). Christopher Colombus

Pada tanggal 3 Aguatur 1492 dengan menggunakan tiga buah kapal, yaitu Santa Maria, Nina dan Pinta, Colombus mulai berlayar mencari sumber rempah-rempahdi dunia Timur. Setelah berlayar lebih dari 2 bulan mengarungi Samudra Atlantik, sampailah colombus di pulau Guanahani yang terletak dikepulauan Bahama, Karibia. Ia merasa telah sampai di kepulauan itu sebagai Indian. Colombus bersama seorang penyelidik bernama Amergo Vaspucciantara tahun 1492-1504, berlayar terhitung 4 kali. Mereka menemukan Benua baru yang kemudian bernama Amerika.

2). Ferdinand Magelhaens (Magellan)

Pada tanggal 10 Agustus 1519, Magelhaens berlayar ke barat di dampingi oleh Kapten Juan Sebastian del Cano (Sebastial Del Cano) dan seorang penulis dari Italia yang bernama Pigafetta. Magelhaens dianggap sebagai orang besar dalam dunia pelayaran karena menjadi orang yang pertama kali berhasil mengwlilingi dunia. Raja Spanyol memberi hadiah sebuah tiruan bola bumi. Pada tiruan bola bumi itu dililitkan pita bertuliskan ‘Engkaulah yang pertama kali mengitari diriku’. Pada tahun 1520, setelah menyebrangi Samudra Pasifik, sampailah rrombongan Megalhaens di Kepulauan Massava. Kepulauan ini kemudian diberi nama Filipina (mengambil nama Raja Spanyol, Phillips II). Dalam suatu pertempuran melawan orang Mactan, Magalhaens gugur (27 April 1521). Akibat peristiwa itu rombongan bergegas meningkatkan Filipina dipimpin oleh Sebastian Del Cano menuju kepulauan Maluku.

c). Pelayaran Orang-Orang Inggris

Berikut ini para penjelajah Inggris yang melakukan Pelayaran ke dunia Timur.

1). Sir Francis Drake

Pada tahun 1577, Drake berangkat berlayar dari Inggris ke arah Barat. Dalam pelayarannya, rombongan ini memborong rempah-rempah di Ternate. Setelah mendapatkan banyak rempah-rempah, Drake pilang ke negerinys dan sampai di Inggris pada tahun 1580. Pelayaran Dreake ini belum memiliki arti p enting secara ekonomis dan ppolotis.

2). Sir James Lancester dan George Reymond

Pada pelayaran tahun 1591, Lancester berhasil mengadakan pelayaran sampai ke Aceh dan Penang, sampai di Inggris pada tahun 1594. Pada bulan Juni 1602,Lancester dan maskapai perdagngan Inggris (EIC) berhasil tiba di Aceh dan terus menuju Banten. Di Banten dia mendapatkan ijin mendirikan kantor dagang.

3). Sir Henry Midlenton

Pada tahun 1604, pelayaran kedua EIC yang dipimpin Sir Henry Midlenton berhasil mencapai Ternate, Tidore, Ambon, dan Banda. Terjadi persaingan antaran EIC dan VOC.Selama tahun 1611-1617, orang-orang Inggris mendirikan kantor dagang di Sukadana (Kalimantan Barat Daya), Makassar, Jayakarta, Jepara, Aceh, Pariaman, dan Jambi.

1). Pengertian Kitab

Kitab adalah kumpulan wahyu yang Allah yang disampaikan kepada para rasul untuk diajarkan kepada manusia sebagai petunjuk dan pedoman hidup. Wahyu Allah yang telah dapat dikumpulkan dan dibukukan disebut kitab, sedangkan wahyu Allah yang berupa lembaran-lembaran yang tidak dibukukan dinamakan suhuf (berasal dari kata sahifah yang berarti lembaran wahyu Allah Swt.).

Perbedaan Kitab dengan Suhuf

No
Kitab
Suhuf
1).
Bersifat lebih lengkap dan dibukukan.
Masih berupa lembaran-lembaran
2).
Wajib diteruskan dan diajarkan kepada umat manusia.
Tidak wajib diteruskan dan diajarkan kepada umat manusia.
3).
Manusia wajib mengetahui dan mengikutinya sebagai petunjuk dan pedoman hidupnya.
Manusia tidak wajib mengetahui dan mengikutinya.

Nabi-nabi yang menerima Suhuf


No
Nama Nabi
Jumlah Suhuf
1).
Syis a.s.
50
2).
Idris a.s.
30
3).
Ibrahim a.s.
10
4).
Musa a.s.
10

Umat Islam wajib percaya dan meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa smeua kitab atau suhuf yang telah diturunkan Allah itu benar-benar nyata meskipun tidak semua kitab atau suhuf itu dapat ditemukan saat ini. Orang yang mengingkari keberadaan kitab-kitab Allah dapat dikatakan telah ingkar (kafir) sebagaimana firman Allah Swt. Dalam Q.S. an-Nisa : 136 yang artinya.

Artinya :
“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasulnya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barang siapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.”

Selain menurunkan kitab suci, Allah juga menurunkan suhuf yang berupa lembaran-lembaran yang telah diturunkan kepada para nabi seperti Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Musa a.s. Firman Allah Swt yang artinya.

Artinya :
“(yaitu) suhuf-suhuf (kitab-kitab) yang diturunkan kepada Ibrahim dan Musa” (Q.S. al-A’la: 19)

Kitab-kitab Allah tersebut berisi berbagai peraturan, ketentuan, perintah dan larangan, janji dan ancaman, pedoman hidup, suri teladan orang-orang yang bijak serta contoh dan akibat dari orang-orang yang sesat. Dengan demikian diharapkan umat manusia akan senantiasa berada pada jalur yang diridai Allah sehingga dapat mencapai kebahagiaan yang hakiki yaitu surga.

2). Kitab-Kitab Allah SWT Dan Para Penerimanya

Kitab suci yang diturunkan Allah kepada para rasul jumlahnya sangat banyak, namun yang wajib kita ketahui dan kita imani yang wajib ada empat, yaitu sebagai berikut :

a). Kitab Taubat
Kitab suci berbahasa Ibrani yang diwahyukan Allah Swt. Kepada Nabi Musa a.s. di bukit Tursina, daerah Mesir pada sekitar abad 12 sebelum Masehi. Kitab ini adalah kitab tertua dibanding dengan kitab-kitab lainnya. Kitab Taubat diturunkan sebagai pedoman hidup bagi kaum Bani Israil. Allah berfirman dalam Q.S. al-Isra : 2 yang artinya.

Artinya :
Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taubat) dan Kami jadikan kitab Taubat itu petunjuk bagi Bagi Israil (dengan firman) : “Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku.

b). Kitab Zabur

Kitab suci berbahasa Suryani yang diwahyukan Allah kepada Nabi Daud a.s. di daerah Yerusalem (Israel) pada sekitar abad ke-10 sebelum Masehi. Kitab Zabur/Mazmur berisi kumpulan nyanyian pujian kepada Allah atas segala nikmat ilahiah. Di dalamnya juga berisi zikir, doa, nasihat, dan kata-kata hikmah. Kitab ini merupakan petunjuk bagi umat Nabi Daud a.s. agar beriman dan mengesankan Allah Awt yang artinya.

Artinya :
Dan Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan Sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud.

c). Kitab Injil

Kitab suci berbahasa Qibti yang diwahyukan Allah Swt. Kepada nabi isa a.s. di daerah Yerusalem (Israel) sekitar abad pertama Masehi yang artinya

Firman Allah Q.S. al-Maidah:46.

Artinya : 
Dan Kami iringkan jejak mereka (Nabi Bani Israel) dengan isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat dan Kami telah memberikan kepadanya kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu kitab Taurat dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.

d). Kitab Alquran

Kitab suci Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Untuk dijadikan petunjuk dan pedoman bagi seluruh umat manusia, bukan hanya untuk bang Arab. Sebagai kitab suci yang terakhir, maka Alquran telah mencakup ajaran seluruh kitab-kitab sebelumnya sebagaimana firman Allah dalam Q.S. al-Furqan: 1 yang artinya

Artinya : 
Mahasuci Allah yang telah menurunkan al-Furqan (Alquran) kepada hamba-Nya, adar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.

Isi pokok Alquran meliputi hal-hal berikut.

  1. Akidah atau keimanan.
  2. Ibadah, baik ibadah mahdah maupun gairu mahdah.
  3. Akhlak seorang hamba kepada Khaliq, kepada sesama manusia, dan alam sekitarnya.
  4. Muamalah, yaitu hubungan manusia dengan sesama manusia.
  5. Kisah nabi dan rasul, orang-orang saleh, dan orsng-orang yang ingkar.
  6. Semangat mengembangkan ilmu p engetahuan.
Sedangkan kitab suci umat islam, Alquran memiliki beberapa keutamaan dan keistimewaan dibanding kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya. Keutamaan dan keistimewaan tersebut antara lain sebagai berikut.

  1. Tidak ada sesuatupun yang dapat menandingi kehebatan Alquran (QQ.S. al-Isra’:88)
  2. Alquran membenarkan kitab-kitab sebelumnya, dan sebagai ukuran untuk menentukan benar tidaknya ayat-ayat pada kitab-kitab tersebut. (Q.S. al-Maidah:48)
  3. Isi Alquran mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, mengsndung semua ketetapan hukum yang selalu sesuai dengan perkembangan zaman, seperti akidah, fikih, akhlak, mualamah, dan sejarah.
  4. Alquran terpelihara kemurniannya hingga akhir zaman, tidak pernah bisa dimauki oleh ide-ide manusia yang ingin menyimpangkannya. Tidak seorangpun yang bisa membuat semisal Alquran. (Q.S. al-Hijr:9)
  5. Alquran sebagai obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (Q.S. al-Isra’:82)