Wednesday, 13 December 2017

Pengertian, Sifat, Fungsi dan Unsur Terbentuknya Negara

Negara adalah terjemahan dari kata bahasa Inggris, state ; bahasa Belanda dan Jerman, staat, serta bahasa Prancis, etat. Kata-kata tersebut diambil dari bahasa Latin, status atau statum, yang berarti keadaan yang tegak serta tetap atau sesuatu yang memiliki sifat-sifat yang tegak serta tetap.

Baca Juga :
  1. Pengertian Bangsa dan Negara Menurut Para Ahli dan Tokoh-Tokoh Penting Dunia
  2. 10+ Pengertian Ideologi Menurut Para Ahli

1). Sifat Negara 

Miriam Budiardjo menyatakan bahwa setiap negara mempunyai sifat-sifat berikut.
  1. Memaksa, artinya negara mempunyai kekuasaan untuk memaksa kekerasan fisik secara sah. Tujuannya adalah agar peraturan perundang-undangan ditaati, ketertiban dalam masyarakat tercapai, serta anarki (kekacauan) dalam masyarakat dapat dicegah. Alat pemaksanya bermacam-macam, seperti polisi, tentara dan berbagai persenjataan lainnya. Contohnya, setiap warga negara harus membayar pajak. Orang yang menghindari kewajiban ini dapat dikenakan denda atau harta miliknya disita, bahkan dapat dikenakan hukuman kurungan.
  2. Monopoli, yaitu hak negara guna melaksanakan sesuatu sesuai dengan tujuan bersama dari masyarakat. Contohnya, menjatuhkan hukuman kepada setiap warga negara yang melanggar peraturan, menjatuhkan hukuman mati, mewajibkan warga negaranya untuk mengangkat senjata jika negaranya diserang musuh, memungut pajak, menentukan mata uang yang berlaku dalam wilayahnya, serta melarang aliran kepercayaan atau aliran politik tertentu yang dinilai bertentangan dengan tujuan masyarakat.
  3. Mancakup semua, artinya setiap peraturan perundang-undangan berlaku untuk semua orang tanpa terkecuali.
Baca Juga :
  1. Jenis-Jenis Hak dan Kewajiban Warga Negara RI
  2. Makna Hak dan Kewajiban Warga Negara
2). Fungsi Negara 

Ada tiga kelompok fungsi negara.
  1. Negara harus memberikan perlindungan kepada para penduduk dalam wilayah tertentu, meliputi perlindungan terhadap ancaman dari luar dan dalam negeri serta perlindungan terhadap bahaya dalam negeri, termasuk bahaya lalu lintas.
  2. Negara mendukung atau langsung menyediakan berbagai pelayanan kehidupan masyarakat dalam bidang sosial, ekonomi dan kebudayaan.
  3. Negara menjadi wasit yang tidak memihak antara pihak-pihak yang bersengketa di masyarakat suatu sistem peradilan yang menjamin keadilan dalam hubungan sosial masyarakat.

3). Unsur Terbentuknya Negara

Konvensi Montevideo (1933) menyatakan bahwa "Negara sebagai suatu pribadi hukum internasional seharusnya memiliki kualifikasi-kualifikasi berikut.
  1. Penduduk yang menetap.
  2. Wilayah tertentu.
  3. Suatu pemerintahan.
  4. Kemampuan untuk berhubungan dengan negara-negara lain.
Berdasarkan konvensi tersebut, terdapat 4 unsur negara yang secara garis besar di kelompokkan menjadi 2.

1). Unsur konstitutif negara

Unsur konstitutif ialah unsur pembentuk yang mutlak ada untuk terjadinya negara. Unsur konstitutif negara mencakup wilayah yang meliputi rakyat atau masyarakat, darat, udara, perairan, serta pemerintahan yang berdaulat.

2). Unsur-unsur deklaratif negara

Unsur-unsur deklaratif mencakup tujuan negara, undang-undang dasar, pengakuan dari negara lain secara de jure ataupun secara de facto, serta masuknya negara dalam perhimpunan bangsa-bangsa (PBB).


Sekian postingan dari saya, jika ada pertanyaan dari Anda, Anda dapat menuliskannya dalam komentar dibawah ini dan semoga postingan ini dapat bermanfaat untuk Anda semua, Terima Kasih.

Monday, 11 December 2017

Tahapan Merancang Karya Musik

Gubahan artinya karangan atau susunan lagu. Aransemen diartikan sebagai penggubahan lagu yang disesuaikan dengan komposisi yang dikehendaki. Aransemen juga dapat diartikan sebagai pengangkatan lagu atau musik dari jenis pengungkapan tertentu ke jenis atau susunan pengungkapan lain. Orang yang menggubah musik disebut penggubah atau pengaransemen. Pengaransemen berbeda dengan pencipta. Pencipta sering disebut komponis atau composer adalah orang yang menciptakan suatu lagu berupa melodi, ada kalanya disertai dengan lirik, dalam dunia musik disebut penulis lagu (song writer).


Tahapan merancang karya musik, antara lain sebagai berikut.

a). Menentukan Jenis Karya Cipta Musik

Ada tiga jenis karya musik yang bersumber dari gagasan dan imajinasi yang diekspresikan secara murni (bukan plagiat atau jiplakan), yaitu sebagai berikut.
  1. Komposisi adalah suatu bentuk karya diciptakan secara tertulis dan dapat dinikmati secara pribadi. Hasil komposisi tersebut diperkenalkan untuk dinilai oleh banyak orang (publik). Penentu karya cipta tersebut bermutu atau tidak adalah masyarakat umum.
  2. Improvisasi adalah karya cipta seni seketika, berlangsung hanya sekali, spontanitas dan tidak bersifat abadi.
  3. Aransemen atau transkip adalah bentuk ciptaan yang dihubungkan dengan musik. Arti aransemen adalah susunan dan transkip adalah alat tulis. Contohnya komposisi untuk sebuah orkestra besar dialihtuliskan menjadi karya musik yang dimainkan dengan organ atau gitar saja.

b). Teknik (Cara)

Teknik (cara) merancang karya musik dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut ini.
  1. Menyiapkan alat musik dan peralatan lainnya.
  2. Memiliki koleksi lagu/musik.
  3. Menentukan nada tertinggi dan terendah.
  4. Menentukan nada dasar, pola irama, dan melodi pokok, serta seluruh melodi.
  5. Bersenandung dengan diiringi alat musik, tiap baitdirekam dengan tape recorder, ditambahkan intro lagu.
  6. Bunyi musik diputar dan dikoreksi.
  7. Ditulis dengan notasi bait lagu dengan seluruh melodi, harmoni, akord, dan bass.
  8. Setelah notasi selesai baru di bawahnya ditulis syair/kalimat lagu.
  9. Menjadi teks/partitur sederhana.
c). Pembuatan Partitur (Teks Lagu)

Dalam membuat atau menulis partitur sebuah lagu, perlu dilakukan analisis lengkap tentang hal-hal berikut.
  1. Judul lagu terletak di atas dan ditulis dengan huruf besar.
  2. Nada dasar lagu diletakkan di kiri atas.
  3. Birama.
  4. Pola irama yang dipakai.
  5. Pencipta (komponis), di sebelah kanan atas.
  6. Akord dengan huruf diletakkan di atas melodi.
  7. Melodi dapat ditulis dengan not angka atau balok.
  8. Kalimat lagu ditulis di bawah melodi.

d). Memahami Unsur Musik

Dalam menggubah/berkarya musik tidak terlepas dari unsur-unsur musik. Empat macam unsur utama musik, yaitu sebagai berikut.
  1. Melodi adalah tinggi rendahnya nada.
  2. Harmoni adalah suatu dua not atau lebih yang dimainkan sekaligus disebut juga trinada atau paduan nada.
  3. Counterpoint adalah lagu tambahan yang mengiringi lagu.
  4. Imeliputi irama iringan dan irama lagu. Irama lagu adalah cepat lambatnya sebuah lagu dimainkan namun tidak sama dengan kecepatan musik (tempo).
Disamping unsur-unsur utama, ada pula unsur tambahan. Unsur tambahan tersebut meliputi tekstur musik(monopon, komopon, dan polipon)melodi (legato dan staccato), gaya musik, ritmik (ketukan, birama, aksen, dan tempo), dan tangga nada (mayor dan minor).

e). Mengaransir Musik

Mengaransir adalah membuat karya musik berupa aransemen atau transkip. Aransemen berasal dari kata arrangement, artinya susunan. Transkripsi artinya alih tulis. Contoh  lagu orkes keroncong dialihtuliskan menjadi karya musik untuk gitar atau organ tunggal.Karya aransemen lebih representatif dibandingkan bentuk aslinya karena diolah, disusun, diatur, dan dirangkai lebih indah.

Saturday, 9 December 2017

Kasus Korupsi dan Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia

Jika dilihat dalam kenyataan sehari-hari, korupsi hampir terjadi di setiap tingkatan dan aspek kehidupan masyarakat. Perilaku koruptif tampak mulai dari mengurus ijin Kartu Tanda Penduduk (KTP), proyek pengadaan di instansi pemerintahan, sampai penegakan hukum. Tanpa disadari, korupsi dianggap lumrah dan wajar oleh masyarakat umum, seperti memberi hadiah kepada pejabat/pegawai negeri atau keluarganya sebagai imbal jasa sebuah pelayanan. Kebiasaan itu dipandang lumrah dilakukan sebagai bagian dari budaya ketimuran. Padahal kebudayaan seperti itu merupakan bibit-bibit korupsi yang nyata.

Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia

1). Pengertian Korupsi

Korupsi berasal dari kata bahasa Inggris corruption; dalam bahasa Belanda disebut korruptie, dalam kata Latin disebut corruptio. Secara harfiah, korupsi berarti "jahat" atau "buruk". Dengan kata lain, tindak pidana korupsi merupakan suatu delik akibat perbuatan buruk, busuk, rusak, atau jahat.

Berdasarkan pemahaman Pasal 2 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 tahun 2001, korupsi adalah perbuatan secara melawan hukum dengan maksud memperkaya diri sendiri/orang lain (perseorangan atau koperasi) yang dapat merugikan keuangan/perekonomian negara.

Baca Juga : 

  1. 10+ Pengertian deologi Menurut Para Ahli
  2. Pengertian Bangsa dan Negara Menurut Para Ahli dan Tokoh-Tokoh Penting Dunia
  3. Pengertian Sistem dan Hukum Menurut Para Ahli

2). Faktor penyebab terjadinya korupsi

Tindak pidana korupsi bisa terjadi diantaranya karena sebab-sebab berikut ini:

  1. Penegakan hukum tidak konsisten: penegak hukum hanya sebagai, make-up politik, sifatnya sementara, selalu berubah setiap berganti pemerintahan.
  2. Penyalahgunaan kekuasaan/wewenang, takut dianggap bodoh kalau tidak menggunakan kesempatan.
  3. Langkanya lingkungan yang antikorup: sistem dan pedoman antikorupsi hanya dilakukan sebagai formalitas.
  4. Rendahnya pendapatan penyelenggara negara. Pendapatan yang diperoleh harus mampu memenuhi kebutuhan penyelenggaraan negara, mampu mendorong penyelenggara negara untuk berprestasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
  5. Kemiskinan, keserakahan: masyarakat kurang mampu, melakukan korupsi karena kesulitan ekonomi. Sedangkan mereka yang berkecukupan melakukan korupsi karena serakah, tidak pernah puas dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan.
  6. Budaya memberi upeti, imbalan jasa dan hadiah.
  7. Budaya permisif/serba membolehkan: tidak mau tahu: menganggap biasa bila ada korupsi, karena seringnya terjadi. Tidak peduli orang lain, asal dirinya terlindungi.
  8. Gagalnya pendidikan agama dan etika.


3). Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia

Berdasarkan indeks persepsi korupsi 2014 (Corruption Perception Index, diterbitkan oleh Transparency International) indonesia menempati urutan ke 107 dengan skor 34, negara yang bersih dari korupsi. Itu artinya, bahwa Indonesia masuk dalam nominasi negara dengan tingkat korupsi yang sangat tinggi di dunia. Setingkat dengan Argentina dan Djibouti. Sungguh menjadi "pukulan telak" bagi kita semua, bahwa Indonesia mempunyai citra buruk di mata dunia dalam hal penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dari korupsi.

Maka dari itu, Perjuangan untuk memberantas korupsi harus ditingkatkan lebih dahsyat lagi. Upaya apapun yang dilakukan pemerintah kita untuk memberantas korupsi tidak akan pernah berhasil tanpa melibatkan peran serta masyarakat dan kerja sama dengan negara lain.

Dalam memberantas korupsi diperlukan kerjasama antar negara, terutama untuk kasus korupsi lintas negara. Kerja sama bisa dilakukan dengan dua negara (Bilateral), dengan negara satu wilayah (Regional), maupun banyak negara (Multilateral). Kerja sama tersebut akan lebih solid bagi negara-negara tersebut memiliki komitmen yang sama dalam memberantas korupsi, salah satunya diwujudkan dengan meratifikasi Konvensi Anti Korupsi, kemudian menyelaraskan peraturan perundang-undangan di negaranya.

Upaya pemberantasan korupsi merupakan serangkaian tindakan untuk mencegah dan menanggulangi korupsi (melalui upaya koordinasi, supervisi, monitor, penyelidikan, penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan) dengan peran serta masyarakat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga :

  1. Menaati Peraturan Perundang-Undangan Nasional Beserta Contohnya
  2. 3 Proses Pembentukan Perundang-Undangan Nasional

Berikut ini merupakan contoh beberapa upaya dalam hal pemberantasan korupsi di Indonesia.ss

  1. Peningkatan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa melalui ajaran agama/kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dengan cara meningkatkan mutu pengajaran agama di dalam pendidikan formal dan memberikan dorongan peningkatan ibadah dan kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat.
  2. Peningkatan kualitas moral bangsa melalui pendidikan moral, budi pekerti dan penanaman nilai-nilai Pancasila melalui Pendidikan formal pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
  3. Pengkatan kesejahteraan pegawai, pejabat Negara.
  4. Meningkatkan kinerja para penegak hukum dilingkungan peradilan.
  5. Meningkatkan pengawasan anggaran/keuangan di berbagai departemen.
  6. Mendukung dan terus mengawasi kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menjalankan tugasnya.
  7. Meningkatkan fungsi Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) yang dibantu lembaga pengawas.

Friday, 8 December 2017

5 Macam-Macam Ideologi di Dunia

Suatu ideologi, pada dasarnya juga merupakan hasil refleksi untuk setiap manusia atas kemampuan mereka untuk mengadakan distansi atau untuk menjaga jarak dengan dunia kehidupannya. Ideologi mencerminkan cara berpikir masyarakat dan juga membentuk masyarakat menuju cita-citanya. Ideologi menunjukkan kepada kita, bukanlah sekedar pengetahuan teoritis semata, namun juga merupakan sesuatu yang dihayati menjadi suatu keyakinan atau kepercayaan.

Baca Juga : 10+ Pengertian Ideologi Menurut Para Ahli

Ada beberapa macam ideologi yang dianut oleh beberapa negara, antara lain sebagai berikut ini.
Macam-Macam Ideologi di Dunia

1). Liberalisme

Liberalisme merupakan ideologi yang memiliki konsep kebebasan individual. Artinya, adanya kesetaraan bagi semua anggota masyarakat. Untuk itu, ideologi liberalisme menginginkan semua orang diberikan kesempatan yang sama untuk mengembangkan bakat-bakat yang dimilikinya seperti halnya yang dimiliki orang lain. Dengan demikian hak-hak individual juga harus kita lindungi dari campur tangan negara dan badan-badan yang lain.

2). Marxisme (Komunisme)

Marxisme atau Komunisme merupakan ajaran dari Ari Karl Marx. Dalam pandangan komunisme ini juga mengutamakan kebersamaan untuk setiap manusia (individu) daripada kebebasan individu. Dengan demikian, hak pribadi  setiap orang tidak diakui. Prinsip utama dari komunisme adalah materialisme yang menyangkal adanya jiwa rohani dan Tuhan sehingga meindas kebebasan pribadi dan agama.

Menurut Merriam Budiardjo, terdapat nilai-nilai tertentu yang ada dalam komunisme.
  1. Gagasan Monoisme, yaitu gagasan yang akan menolak adanya golongan-golongan di dalam masyarakat tertentu.
  2. Kekerasan dipandang sebagai alat yang sah untuk mencapai komunisme.
  3. Negara merupakan alat untuk mencapai komunisme. Oleh karena itu, semua alat negara, sepeerti polisi, TNI dan kejaksaan dipergunakan untuk diabdikan untuk tercapainya komunisme.
3). Sosialisme

Ideologi sosialisme berpandangan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk yang sangat kreatif dan juga unik, sehingga untuk mendapatkan kebahagiaan harus melalui sebuah kerjasama yang kompak. Pokok ajaran sosialisme menurut Heuken SJ mencakup beberapa hal yaitu sebagai berikut ini.
  1. Penghapusan ataupun pembatasan hak milik pribadi.
  2. Perlindungan bagi kaum buruh terhadap kemiskinan dan pengangguran dalam bentuk jaminan kerja sama semua.
  3. Perubahan struktur ekonomi melalui pengawasan negara terhadap perusahaan monopoli.
  4. Perubahan struktur kekuasaan yaitu perubahan dengan jalan yang memaksakan adanya pengakuan terhadap kesamaan kedudukan semua warga negara.
  5. Perubahan struktur pendidikan melalui perlawanan terhadap privilese pendidikan yang dimiliki kelas menengah dan kelas atas.


4). Nasionalisme

Nasionalisme merupakan ideologi yang mempunyai suatu kekuatan pengaruh untuk menggerakkan. Pada dasarnya, pengaturan ideologi ini mengatributkan negara pada suatu bentuk identitas kultural yang khas.

Nasionalisme adalah sebuah ideologi atau ide yang memiliki sebuah kekuatan untuk memengaruhi dan menggerakkan rakyat dengan dilandasi rasa kecintaan dan rasa bela negara terhadap tanah air dan bangsanya. Ideologi nasionalisme ini akan muncul apabila suatu bangsa terusik kemerdekaannya atau terhina harga dirinya oleh bangsa atau negara lain.

Ideologi nasionalisme tidak memandang perbedaan setiap agama, ras, suku maupun golongan yang ada di negara tertentu. Ideologi nasionalisme lebih mementingkan rasa persatuan dan tekad rela berkorban tanpa pamrih demi membela kepentingan bangsa dan negara.

Ideologi nasionalisme ini akan hebat berkumandang jika disertai munculnya tokoh-tokoh kebangsaan yang kharismatik dan dicintai oleh rakyatnya. Misal : Ki hajar Dewantara, H. Agus Salim, Jenderal Soedirman, dan sebagainya.

Baca Juga : Pengertian Bangsa dan Negara Menurut Para Ahli dan Tokoh-Tokoh Penting Dunia

5). Fundamentalisme

Fundamentalisme merupakan ideologi untuk menetapkan  agama sebagai sistem politik dalam dunia modern. Dalam hal ini, agama menjadi sistem organik total yang bersaing di dalam kekomprehasifan serta jangkauan ideologi dan sistem negara.