Pahlawan Nasional Dari Papua ( Lengkap )

Pahlawan Dari Papua - Posisi Papua dalam sejarah Indonesia setelah kemerdekaan sebenarnya unik. Papua adalah wilayah di Indonesia yang bahkan setelah RI  kwmbali menjadi negara kesatuan pada tahun 1950 pun, tetap berada dalam kendali Belanda. Khusus persoalan Papua, berdasarkan hasil KMB tahun 1949, sesungguhnya akan dibicarakan kembali oleh pemerintah RI dan Belanda “satu tahun kemudian” . Nyatanya hingga tahun 1962, ketika Indonesia akhirnya memilih jalan perjuangan militer dalam merebut wilayah ini, Belanda tetap berupaya mempertahankan Papua.

Meski demikian, dalam kurun waktu selama itu, bukan berarti rakyat Papua berdiam diri untuk tidak menunjukkan nasionalisme keindonesiaan mereka. Berbagai upaya juga mereka lakukan agar bisa menjadikan Papua sebagai bagian dari negara Republik Indonesia. Muncullah tokoh-tokoh yang memiliki peran besar dalam upaya integrasi tersebut, seperti Frans  Kaisiepo, Silas Papare dan Marthen Indey.

Frans Kaisiepo, Pahlawan Dari Papua
Frans  Kaisiepo ( 1921-1979 ) adalah salah seorang tokoh yang mempopulerkan lagu Indonesia Raya di Papua saat menjelang Indonesia merdeka. Ia juga turut berperan dalam pendirian Partai Indonesia Merdeka ( PIM ) pada tanggal 10 Mei 1946. Pada tahun yang sama, Frans  Kaisiepo menjadi anggota delegasi Papua dalam konferensi Malino di Sulawesi Selatan, dimana ia sempat menyebut Papua ( Nederlands Nieuw Guinea ) dengan nama Irian  yang konon di ambil dalam bahasa Biak dan berarti daerah panas. Namun kata Irian tersebut malah diberinya pengertian lain : “Ikut Republik Indonesia Anti Nederlands”, Dalam konferensi ini, Frans  Kaisiepo juga menentang pembentukan Negara Indonesia Timur (NIT) karena NIT tidak memasukkan Papua ke dalamnya. Ia lalu mengusulkan agar Papua dimasukkan ke dalam Keresidenan Sulawesi Utara.

Tahun 1948 Frans  Kaisiepo ikut berperan dalam merancang pemberontakan rakyat Biak melawan pemerintah kolonial Belanda. Setahun setelahnya, ia menolak menjadi ketua delegasi Nederlands Nieuw Guinea ke Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag. Konsekuensi atas penolakannya adalah selama beberapa tahun setelah itu ia dipekerjakan oleh pemerintah  kolonial di distrik-distrik terpencil di Papua. Tahun 1961 ia mendirikan partai politik Irian Sebagian Indonesia (ISI) yang menuntut penyatuan Nederlands Nieuw Guinea ke negara Republik Indonesia. Wajar bila ia kemudian banyak membantu para tentara pejuang Trikora saat menyerbu Papua.

Paruh tahun terakhir tahun 1960-an, Frans  Kaisiepo berupaya agar Penentuan pendapat Rakyat (Pepera) bisa dimenangkan oleh masyarakat yang ingin Papua bergabung ke Indonesia. Proses tersebut akhirnya menetapkan Papua menjadi bagian dari negara Republik Indonesia.

Silas Papare, Pahlawan Dari Papua
Silas Papare (1918-1978) membentuk Komite Indonesia Merdeka (KIM) hanya sekitar sebulan setelah Indonesia merdeka. Tujuan KIM yang dibentuk pada bulan September 1945 ini adalah untuk menghimpun kekuatan dan mengatur gerak langkah perjuangan dalam membela dan mempertahankan proklamasi 17 Agustus 1945. Bulan September tahun yang sama, Silas Papare Bersama Marthen Indey dianggap mempengaruhi Batalyon Papua bentukan Sekutu untuk memberontak terhadap Belanda. Akibatnya mereka berdua ditangkap Belanda dan dipenjara di Holandia (Jayapura).

Setelah keluar dari penjara, Silas Papare mendirikan Partai Kemerdekaan Irian. Karena Belanda tidak senang, ia kemudian ditangkap dan kembali dipenjara, kali ini di Biak. Partai ini kemudian diundang pemerintah RI ke Yogyakarta. Silas Papare yang sudah bebas pergi ke sana dan bersama dengan teman-temannya membentuk Badan Perjuangan Irian di Yogyakarta. Sepanjang tahun 1950-an ia berusaha keras agar Papua menjadi bagian dari Republik Indonesia. Tahun 1962 ia mewakili Irian Barat duduk sebagi anggota delegasi RI dalam upaya penyelesaian masalh Papua. Berdasarkan “New York Agreement” ini, Belanda akhirnya setuju untuk mengembalikan Papua ke Indonesia.

Marthen Indey, Pahlawan Dari Papua
Marthen Indey (1912-1986) sebelum Jepang masuk ke Indonesia adalah seorang anggota polisi Hindia Belanda. Namun jabatan ini bukan berarti melunturkan sikap nasionalismenya. Keindonesiaan yang ia miliki justru semakin tumbuh tatkala ia kerap berinteraksi dengan tahanan politik Indonesia yang dibuang Belanda ke Papua. Ia bahkan pernah berencana bersama anak buahnya untuk berontak terhadap Belanda di Papua, namun gagal. Antara tahun 1945-1947, Marthen Indey masih menjadi pegawai pemerintah Belanda dengan jabatan sebagai Kepala Distrik. Meski demikian, bersama-sama kaum nasionalis di Papua, secara sembunyi-sembunyi ia malah menyiapkan pemberontakan. Tetapi sekali lagi, pemberontakan ini gagal dilaksanakan.

Sejak tahun 1946 Marthen Indey menjadi Ketua Partai Indonesia Merdeka (PIM). Ia lalu memimpin sebuah aksi protes yang didukung delegasi 12 Kepala Suku terhadap keinginan Belanda yang ingin memisahkan Papua dari Indonesia. Indey juga mulai terang-terangan menghimbau anggota militer yang bukan orang Belanda agar melancarkan perlawanan terhadap Belanda. Akibat aktivitas politiknya yang kian berani ini, pemerintah Belanda menangkap dan memenjarakan Marthen Indey.

Tahun 1962, saat Marthen Indey tak lagi dipenjara, ia menyusun kekuatan gerilya sambil menunggu kedatangan tentara Indonesia yang akan diterjunkan ke Papua dalam rangka operasi Trikora. Saat perang usai, ia berangkat ke New York untuk memperjuangkan masuknya Papua ke wilayah Indonesia, di PBB hingga akhirnya Papua (Irian) benar-benar menjadi bagian Republik Indonesia.

Jenis Jenis Pelanggaran HAM Berat Di Indonesia

Jenis pelanggaran HAM berat - Secara yuridis, Pasal 1 Angka 6 Undang-Undang Rupublik Indonesia Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia menyatakan bahwa pelanggaran hak asasi manusia adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara, baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi, menghalangi, mambatasi dan atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh undang-undang dan tidak mendapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku. 

Dengan demikian, dalam konteks Negara Indonesia, pelanggaran HAM merupakan tindakan pelanggaran kemanusiaan, baik dilakukan oleh individu maupun oleh institusi negara atau institusi lainnya terhadap hak asasi manusia.

Pelanggaran HAM berat menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM dapat diklasifikasikan menjadi dua.
a). Kejahatan genosida, yaitu setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, ras, kelompok etnis, kelompok agama, dengan cara :
  1. Membunuh anggota kelompok.
  2. Mengakibatkan penderitaan fisik dan mental yang berat terhadap anggota-anggota kelompok.
  3. Menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang akan mengakibatkan kemusnahan secara fisik baik seluruh atau sebagiannya.
  4. Memaksakan tindakan-tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran di dalam kelompok atau.
  5. Memindahkan secara paksa anak-anak dari kelompok tertentu ke kelompok lain.

b). Kejahatan terhadap kemanusiaan, yaitu salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil, berupa :
  1. Pembunuhan.
  2. Pemusnahan.
  3. Perbudakan.
  4. Pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa.
  5. Perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik lain secara sewenang-wenang yang melanggar (asas-asas ) ketentuan pokok hukum internasional.
  6. Penyiksaan.
  7. Perkosaan, perbudakan seksual, pelacuran secara paksa, pemaksaan kehamilan, pemandulan atau sterilisasi secara paksa atau bentuk-bentuk kekerasan seksual lain yang setara.
  8. Penganiayaan terhadap suatu kelompok tertentu atau perkumpulan yang didasari persamaan paham politik, ras, kebangsaan, etnis, budaya, agama, jenis kelamin atau alasan lain yang telah diakui secara universal sebagai hal yang dilarang menurut hukum internasional.
  9. Penghilangan orang secara paksa.
  10. Kejahatan apartheid.

Sekian yang dapat saya sampaikan tentang jenis pelanggaran hak asasi manusia berat, bila anda menemukan kejahatan genosida dan kejahatan terhadap manusia yang lain, anda bisa menulis dikomentar dibawah ini, Terima Kasih !!!

Belajar Bagaimana Cara Membuat Blog Di Blogspot Untuk Pemula

Cara membuat blog  - Blogging adalah kegiatan yang semakin banyak disukai oleh masyarakat indonesia bahkan Dunia saat ini. Semakin banyak blogger baru yang bermunculan dengan topik dan gaya tulisan yang berbeda-beda. Untuk  cara membuat blog di blogspot , sebenarnya ada banyak sekali platform yang bisa kita gunakan, seperti : Wordpress, Blogger, Weebly, Webs Dan masih banyak lagi. 

Namun, saya perhatikan kebanyakan blogger Indonesia atau dunia Banyak menggunakan Blogger Dan Wordpress. Sebenarnya saya beri tahu dulu bahwa kedua layanan ini Blogger dan Wordpress memberikan layanan yang gratis untuk membuat blog. Namun, walaupun keduanya memberikan layanan gratis untuk blogging, kedua platform ini memiliki perbedaan satu sama lain. Dan anda harus pelajari kelebihan dan kelemahan platform ini untuk mengetahui platform mana yang cocok untuk anda.

Oh iya, Disini saya akan membuat artikel ini untuk teman-teman yang belum mengerti  cara membuat blog baru .  silahkan anda lanjutkan membaca, Dan jangan lupa siapkan cemilan dan segelas minuman yang hangat atau segar karena artikel ini agak panjang. 

Blogger adalah situs web 2.0 milik Google. Anda bisa membuat blog dengan gratis di blogger, baik itu menggunakan subdomain maupun hosting gratis ataupun menggunakan domain sendiri dengan hosting gratis di blogger. 

Cara Membuat Blog Di Blogspot Dengan Mudah

Berikut ini adalah langkah – langkah cara membuat blog di blogspot secara gratis dan mudah:
1). Yang pertama, anda harus memiliki E-mail.

2). Buka Blogger.com, Setelah membuka website resminya di atas maka anda akan melihat gambar seperti dibawah ini. Silahkan anda isi datanya dengan Alamat E-mail dan Kata Sandi e-mail yang telah anda buat sebelumnya, kemudian anda klik " Sign In ".

Cara Membuat Blog


3). Lalu klik tombol " Blog Baru " yang ada pada halaman tersebut. Dan selanjutnya anda akan diarahkan ke halaman seperti yang tertera di bawah ini. 

Cara Membuat Blog


4). Isi kolom yang sudah disediakan isi dengan Nama Blog Anda dan juga Alamat Website Anda nantinya. Kemudian anda pilih Template yang anda suka dan kalau sudah anda klik " Buat Blog".

Cara Membuat Blog

5). Sampai tahap ini blog anda sudah selesai di buat, namun untuk menghindari anggapan spam oleh Google sebaiknya anda mulai membuat postingan Blogger, minimal 3 postingan. Untuk membuat postingan/artikel ikuti tutorial ini.
6). Klik tulisan " Entri Baru " untuk membuat Postingan baru anda.
67. Isi judul dan artikel yang anda postingkan di blog

cara membuat blog untuk pemula

Tips Menulis artikel di blog
Menulis untuk buku dengan menulis di web sangat jauh bedanya, terlebih karena artikel blog tujuannya bukan hanya dibaca oleh manusia tapi juga mesin pencari yang punya standarnya masing-masing untuk menentukan mana yang terbaik dan layak ditempatkan pada halaman pertama.
8). Setelah anda selesai menulis lalu klik "Publikasikan"
9).Selesai dan saya ucapkan selamat dan jangan lupa  publikasikan juga blog baru anda pada sahabat atau orang terdekat anda bahwa sekarang anda sudah memiliki blog.
Cara Mempercantik blog
Nah, di atas kan sudah bisa bikin blog, tapi sayang tampilannya sederhana sekali. Saya kira ini adalah bagian yang paling penting yang tidak bisa diabaikan karena selain menambah kepercayaan visitor juga tujuannya untuk menghasilkan uang lebih banyak yang alasannya bisa anda baca pada panduan di halaman tersebut.
Blog yang keren dan cantik ada beberapa hal yang mendukung di dalamnya, seperti design, warna, dan tata letaknya. Untuk desain kami sarankan pakai yang modelnya Responsive, karena google dan mesin pencari lainnya juga sangat menyarankan ini sebagai bentuk penyesuaian , yang mana sekarang pengguna internet melalui HP atua handphone jauh lebih banyak dari yang menggunakan pc, sehingga jika tampilannya responsive ia akan mudah menyesuaikan dengan ukuran perangkatnya.
Demikianlah penjelasan dari saya tentang  cara membuat blog sendiri secara gratis di blogspot . Mudah-mudahan artikel ini bisa membantu teman-teman yang belum mengerti cara membuat blog. Jika ada hal yang kurang mengerti dan ingin bertanya mengenai artikel ini, Silahkan kirim pertanyaan di bagian komentar dibawah ini. Terima Kasih Telah Berkunjung ?

Keywords : Cara Membuat Blog, Cara Membuat Blog Di Blogspot, Cara buat blog sendiri, cara membuat akun blog, Cara buat blog lewat hp, Cara Membuat Blogger Untuk Pemula, Cara Membuat Blog Di Blogger, Cara Membuat Blog Di Wordpress, Cara Membuat blog di Google, Cara Membuat Blog Gratis, Cara Membuat Blog Dengan Mudah, Cara Membuat Blog Untuk Pemula.


Sejarah Singkat Peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI) Yang Sebenarnya

Sejarah G30S PKI

Inilah peristiwa yang kini masih menyimpan kontroversi. Utamanya adalah yang berhubungan dengan pertanyaan “Siapa dalang Gerakan 30 September 1965 sebenarnya”.

Setidaknya terdapat enam teori mengenai peristiwa kudeta G30S  tahun 1965 ini :

1). Gerakan 30 September merupakan persoalan internal Angkatan Darat (AD)

Dikemukakan antara lain oleh Ben Anderson, W.F.Wertheim, dan Coen Hotsapel, teori ini menyatakan bahwa G30S hanyalah peristiwa yang timbul akibat adanya persoalan di kalangan AD sendiri.

Hal ini misalnya didasarkan pada pernyataan pemimpin Gerakan, yaitu Letnan Kolonel Untung yang menyatakan bahwa para pemimpin AD hidup bermewah-mewahan dan memperkaya diri sehingga mencemarkan nama baik AD. Pendapat seperti ini sebenarnya berlawanan dengan kenyataan yang ada. Jenderal Nasution misalnya, Panglima Angkatan Bersenjata ini justru hidupnya sederhana.

2). Dalang Gerakan 30 September adalah Dinas Intelijen Amerika Serikat (CIA)

Teori ini berasal antara lain dari tulisan Peter Dale Scott atau Geoffrey Robinson. Menurut teori ini AS sangat khawatir Indonesia jatuh ke tangan komunis. PKI pada masa itu memang tengah kuat-kuatnya menanamkan pengaruh di Indonesia. Karena itu CIA kemudian bekerjasama dengan suatu kelompok dalam tubuh AD untuk memprovokasi PKI agar melakukan gerakan kudeta. Setelah itu, ganti PKI yang dihancurkan. Tujuan akhir skenario CIA ini adalah menjatuhkan kekuasaan Soekarno.

3). Gerakan 30 September merupakan pertemuan antara kepentingan Inggris-AS

Menurut teori ini G30S adalah titik temu antara keinginan Inggris yang ingin sikap konfrontatif Soekarno terhadap Malaysia bisa diakhiri melalui penggulingan kekuasaan Soekarno, dengan keinginan AS agar Indonesia terbebas dari komunisme. Dimasa itu, Soekarno memang tengah gencar melancarkan provokasi menyerang Malaysia yang dikatakannya sebagai negara boneka Inggris. Teori dikemukakan antara lain oleh Greg Poulgrain.

4). Soekarno adalah dalang Gerakan 30 September

Teori yang dikemukakan antara lain oleh Anthony Dake dan John Hughes ini beranjak dari asumsi bahwa Soekarno berkeinginan melenyapkan kekuatan oposisi terhadap dirinya, yang berasal dari sebagian perwira tinggi AD. Karena PKI dekat dengan Soekarno, partai inipun terseret. Dasar teori ini antara lain berasal dari kesaksian Shri Biju Patnaik, seorang pilot asal India yang menjadi sahabat banyak pejabat Indonesia sejak masa revolusi. Ia mengatakan bahwa pada 30 September 1965 tengah malam Soekarno memintanya untuk meninggalkan Jakarta sebelum subuh. Menurut Patnaik, Soekarno berkata “sesudah itu saya akan menutup lapangan terbang”.

Di sini Soekarno seakan tahu bahwa akan ada “peristiwa besar” esok harinya.

Namun teori ini dilemahkan antara lain dengan tindakan Soekarno yang ternyata kemudian menolak mendukung G30S. Bahkan pada 6 Oktober 1965, dalam sidang Kabinet Dwikora di Bogor, ia mengutuk gerakan ini.

5). Tidak ada pemeran tunggal dan skenario besar dalam peristiwa

Gerakan 30 September (teori chaos). Dikemukakan antara lain oleh John D. Legge, teori ini menyatakan bahwa tidak ada dalang tunggal dan tidak ada skenario besar dalam G30S. Kejadian ini hanya merupakan hasil dari perpaduan antara, seperti yang disebut Soekarno : “unsur-unsur Nekolim (negara Barat), pimpinan PKI yang keblinger serta oknum-oknum ABRI yang tidak benar”. Semuanya pecah dalam improvisasi di lapangan.

6). Dalang Gerakan 30 September adalah PKI

Menurut teori ini tokoh-tokoh PKI adalah penanggungjawab peristiwa kudeta, dengan cara memperalat unsur-unsur tentara. Dasarnya adalah serangkaian kejadian dan aksi yang telah dilancarkan PKI antara tahun 1959-1965. Dasar lainnya adalah bahwa setelah G30S, beberapa perlawanan bersenjata yang dilakukan oleh kelompok yang menamakan diri CC PKI sempat terjadi di Blitar Selatan, Grobogan, dan Klaten.

Teori yang dikemukakan antara lain oleh Nugroho Notosusanto dan Ismail Saleh ini merupakan teori yang paling umum didengar mengenai kudeta tanggal 30 September 1965.
Namun terlepas dari teori mana yang benar mengenai peristiwa G30S, yang pasti sejak Demokrasi Terpimpin secara resmi dimulai pada tahun 1959, Indonesia memang diwarnai ole figure Soekarno yang menampilkan dirinya sebagai penguasa tunggal di Indonesia. Ia juga menjadi kekuatan penengah diantara dua kelompok politik besar yang saling bersaing dan terkurung dalam pertentangan yang tidak terdamaikan saat itu : AD dengan PKI.

Juli 1960 misalnya, PKI melancarkan kecaman-kecaman terhadap kabinet dan tentara. Ketika tentara beraksi, Soekarno segera turun tangan hingga persoalan ini selesai. Hal ini kemudian malah membuat hubungan Soekarno dengan PKI kian dekat (Crouch, 1999 dan Ricklefs, 2010).

Bulan Agustus 1960 Masyumi dan Partai sosialis Indonesia (PSI) yang merupakan partai pesaing PKI, dibubarkan pemerintah. PKI pun semakin giat melakukan mobilisasi massa untuk meningkatkan pengaruh dan memperbanyak anggota. Partai lain seperti NU dan PNI hingga saat itu praktis telah dilumpuhkan (feith, 1998).

Tahun 1963, situasi persaingan semakin sengit, baik di kota maupun di desa. PKI berusaha mendesak untuk mendapatkan kekuasaan yang lebih besar. Oleh karena itu, strategi ofensif yang dipilih untuk memenuhi harapannya.

Keywords : Sejarah G30S PKI yang sebenarnya, Sejarah Singkat G30S PKI, Sejarah G30S PKI, Sejarah Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI), Sejarah Peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI), Latar belakang G30S PKI, Pemimpin G30S PKI, Rangkuman Peristiwa G30S PKI, Cerita G30S PKI lengkap, Latar belakang Peristiwa G30S PKI, Sejarah G30S PKI Secara Singkat.


Konflik dan Pergolakan Yang Terjadi di Indonesia Pada Tahun 1948-1965

Alangkah hebatnya bangsa kita sebenarnya. Indonesia adalah negeri yang terdiri dari 17.500 pulau, lebih dari 300 kelompok etnik, 1.340 suku bangsa, 6 agama resmi dan belum termasuk beragam aliran kepercayaan, serta 737 bahasa.

Kita harus bersyukur pada Tuhan YME, atas keberuntungan bangsa kita yang hingga kini tetap bersatu dalam keberagaman, meskipun berbaagai kasus konflik dan pergolakan sempat berlangsung di masyarakat.
Dalam sejarah RI ini, konflik dan pergolakan dalam skala yang lebih besar bahkan pernah terjadi. Bila sudah begitu, lantas siapa pihak yang paling dirugikan? Tak lain adalah rakyat, bangsa kita sendiri. Karenanya, dalam postingan ini saya akan membahas beberapa pergolakan besar yang pernah berlangsung da dalam negeri akibat ketegangan politik selama rentang tahun 1948-1965.

Dalang pemberontakan PKI di madiun

Tahun 1948 ditandai dengan pecahnya pemberontakan besar pertama setelah Indonesia merdeka, yaitu pemberontakan PKI di madiun. Sedangkan tahun 1965 merupakan tahun dimana berlangsung peristiwa G30S/PKI yang berusaha merebut kekuasaan dan mengganti ideologi pancasila.

Mengapa penting hal ini kita kaji, tak lain agar kita adapat menarik hikmah dan tragedi seperti itu tak terulang kembali pada masa kini. Disinilah pentingnya kita mempelajari sejarah. Sejarah pergolakan dan konflik yang terjadi di Indonesiaselama masa tahun 1948-1965 ini akan dibagi kedalam bentuk pergolakan, yaitu sebagai berikut :

1). Peristiwa konflik dan pergolakan yang berkaitan dengan ideologi

Termasuk dalam kategori ini adalah Pemberontakan PKI Madiun, pemberontakan DI/TII dan peristiwa G30S/PKI. Ideologi yang diusung oleh PKI tentu saja komunisme, sedangkan pemberontakan DI/TII berlangsung dengan membawa ideologi agama.

Perlu kalian ketahui bahwa menurut Herbert Feith, seorang akademisi Australia, aliran politik besar yang terdapat di Indonesia pada masa setelah kemerdekaan, terbadi dalam 5 kelompok :
  1. Nasionalisme radikal (diwakili antara lain oleh PNI)
  2. Islam (NU dan Masyumi)
  3. Tradisionalis Jawa (Partai Indonesia Raya)
  4. Kelompok Teosofis atau Kebatinan
  5. Birokrat Pemerintah/Pamongpraja

Pada masa itu kelompok-kelompok tersebut nyatanya memang saling bersaing dengan mengusung ideologi masing-masing.

2). Peristiwa Konflik dan Pergolakan yang berkaitan dengan kepentingan (vested interest)

Termasuk dalam katagori ini adalah pemberontakan APRA, RMS dan Andi Aziz. Verted Interest merupakan kepentingan yang tertanam dengan kuat pada suatu kelompok. Kelompok ini biasanya berusaha untuk mengontrol suatu sistem sosial atau kegiatan untuk keuntungan sendiri. Mereka juga sukar untuk mau melepas posisi atau kedudukannya sehingga sering menghalangi suatu proses perubahan.

Baik APRA, RMS dan Andi Aziz, semuanya berhubungan dengan keberadaan pasukan KNIL atau Tentara Kerajaan (DI) Hindia Belanda, yang tidak mau menerima kedatangan tentara Indonesia di wilayah-wilayah yang sebelumnya mereka kuasai. Dalam situasi seperti ini, konflikpun terjadi.

3). Peristiwa Konflik dan Pergolakan yang berkaitan dengan sistem pemerintahan


Termasuk dalam kategori ini adalah persoalan negara federal dan BFO (Bijeenkomst Federal Overleg), serta pemberontakan PRRI dan Permesta.

Masalah yang berhubungan dengan negara federal mulai timbul ketika berdasarkan perjanjian Linggarjati, Indonesia disepakati akan berbentuk nagara serikat/federal dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). RI menjadi bagian RIS. Negara-negara federal lainnya misalnya adalah negara Pasundan, negara Madura atau Negara Indonesia Timur.

BFO sendiri adalah badan musyawarah negara-negara federal di luar RI, yang dibentuk oleh Belanda. Awalnya, BFO berada di bawah kendali Belanda. Namun makin lama badan ini makin bertindak netral, tidak lagi melulu memihak Belanda. Pro-kontra tentang negara-negara federal inilah yang kerap juga menimbulkan pertentangan.

Sedangkan pemberontakan PRRI dan Permesta merupakan pemberontakan yang terjadi akibat adanya ketidakpuasan beberapa daerah di Wilayah Indonesia terhadap pemerintahan pusat.